Tak lagi butuh manusia, perusahaan ‘software’ Australia WiseTech Global PHK 2.000 pekerja

Ilustrasi. (Steve Johnson di Unsplash)
WiseTech Global akan memangkas sekitar 2.000 pekerjaan di seluruh dunia sebagai bagian dari peralihan ke kecerdasan buatan.
Sydney, Australia (Xinhua/Indonesia Window) – Perusahaan logistik perangkat lunak (software) Australia, WiseTech Global, pada Rabu (25/2) mengumumkan bahwa mereka akan memangkas sekitar 2.000 pekerjaan di seluruh dunia sebagai bagian dari peralihan ke kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Dalam sebuah pernyataan kepada Australian Securities Exchange, WiseTech Global yang berbasis di Sydney mengatakan bahwa pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam dua tahun ke depan akan berdampak pada hampir sepertiga dari 7.000 tenaga kerjanya yang tersebar di 40 negara.
Zubin Appoo, CEO WiseTech Global, mengatakan bahwa AI telah mendorong pergeseran paling signifikan dalam pengembangan software selama beberapa dekade terakhir.
"Era penulisan kode secara manual sebagai tindakan inti dari rekayasa sudah berakhir," ujarnya.
"AI memperkuat produktivitas keahlian kami di bidang logistik dan perdagangan, kumpulan data kaya yang dimiliki WiseTech, serta keunggulan jaringan yang telah kami bangun selama lebih dari 30 tahun."
WiseTech Global melaporkan penurunan laba bersih wajib setelah pajak (statutory net profit after tax) sebesar 36 persen menjadi 68,1 juta dolar AS untuk paruh pertama tahun finansial 2025-2026 karena biaya integrasi yang terkait akuisisinya terhadap perusahaan komputasi awan (cloud) E2open serta peningkatan biaya amortisasi dan bunga yang terkait.
*1 dolar AS = 16.819 rupiah
Laporan: Redaksi
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

Pakar ekonomi ungkap tingginya inflasi perlebar kesenjangan sosial di Jerman
Indonesia
•
25 Nov 2022

Opini – Diplomasi Vietnam gairahkan ekonomi di kawasan ASEAN
Indonesia
•
08 Feb 2023

Pameran gaya hidup halal ‘Muslim LifeFair Bandung’ akan digelar lebih kreatif dan inovatif
Indonesia
•
01 Oct 2024

China kecam dalih UE atas praktik antidumping
Indonesia
•
13 Apr 2024
Berita Terbaru

Donasi masjid dengan QRIS belum populer, peneliti BRIN temukan kesenjangan literasi digital di kalangan jamaah
Indonesia
•
25 Feb 2026

AS dapat 80 juta barel minyak dari Venezuela
Indonesia
•
25 Feb 2026

Risiko investasi makin tinggi di tengah ketidakpastian kebijakan tarif AS
Indonesia
•
25 Feb 2026

Tarif Trump berdampak pada rakyat AS sendiri, ekonom desak bantuan sosial
Indonesia
•
24 Feb 2026
